Un endroit pour apprécier le monde

Ngangkot


* Waktu kuliah di Jatingangor beberapa tahun yang lalu, saya sering naik angkot. Angkot Gede Bage - Sayang - Majalaya berwarna hijau. Perjalanan dari Gede Bage ke Jatinangor memakan waktu sekitar satu jam (include macet and ngetem2).

* Sebenernya naik bus damri juga bisa. Route nya sama, dari Gede Bage sampe Jatinangor, tepatnya sampe pangdam (pangkalan damri) UnWim. Begitu turun dari Bus atau Angkot GB, para penumpang yang ampir semua mahasiswa itu disambut gembira oleh para supir angkot dan kondektur angkot coklat jurusan Cileunyi - Tanjungsari - Sumedang. Para mahasiswa pun menyambut supir dan kondektur angkot coklat itu dengan antusias. Supir, kondektur dan mahasiswa saling menyambut. What a scene…

* Belakangan, angkot coklat semakin digemari karena kecepatan dan ketepatannya. Seiring itu pula, peristiwa sambut menyambut antara mahasiswa dan crew angkot mulai hilang. Kesempatan ini diambil oleh tukang ojek yang menampilkan strategi marketing dan service jasa yg beragam.

* In short, untuk efisiensi waktu dan uang, pilihan terbaik adalah naik bus damri, jalan kaki dan naik omprengan sampe fakultas masing2. hal ini bisa dilakukan oleh mereka yang tidak terlalu terburu2. kalo agak buru2, naik ojek langsung ke fakultas masing2 sangat oke. Normalnya, setelah naik bus damri, naik angkot coklat lalu sambung dengan naik omprengan yang waktu itu tarifnya 150 IDR / Round Trip.

* Pilihan saya tetap angkot hijau - angkot coklat - omprengan untuk kuliah siang; angkot hijau - ojek (berhenti di tanjakan cinta belakang kansas) untuk kuliah pagi. Yang agak ribed kuliah pagi. Kompetitor untuk naik bus damri, angkot hijau, angkot coklat, omprengan dan bus kampus (si yellow) banyak sekali. Jadi, sekali lagi, saya tetap setia pada si angkot hijau.

* Di dalam angkot hijau saya biasa duduk paling pojok, kadang di belakang supir, kadang di deket kaca belakang. Posisi itu pw banget. Bisa baca novel, juga bisa tidur. Di dalam angkot hijau itu saya bisa ktemu dengan temen2 dari berbagai macam fakultas, sering juga ktemu sama pacarnya mantan. Kalo dia senyum, saya pura2 baca novel. Biar dia gondok maksutnya, padahal sih saya yang gondok. Pacarnya mantan saya itu cuantiiiikkk banged… Hehehe (dengki)

* Mungkin karena kedengkian itu, pernah suatu ketika saya ditempatkan bersama seorang pemuda berjenggot dikit dalam satu angkot. Pemuda berjenggot dikit itu (jenggotnya berjumlah sekitar 7 helai dengan kepanjangan yg tak menentu) duduk di kursi maksa. Kursi maksa adalah kursi untuk kondektur yang terbuat dari bahan kayu yg ditempelkan nyengcle menghalangi pintu masuk angkot. Jadi kalo normalnya sebuah angkot menampung 7-5 nah angkot itu bisa menampung 7-6.

* Pemuda 7 jenggot itu duduk santai di kursi maksa. Jenggotnya tertiup angin Cileunyi yang menghangatkan. Dia menggenggam uang koin untuk ongkos. Seperti biasa, Cileunyi-Jatinagor macet. Dia tidak membawa novel seperti saya, jadi dia mulai memainkan koinnya.

* Ctak! Ctok! Ctak! Ctok! Permainan koinnya mulai mengganggu konsentrasi. Saya sengaja ngeliatin dia, which is mean: ‘Diem dong, saya kan lagi konsen baca novel’. Dia kayaknya mulai ngerasa diliatin, sepertinya dia berasa ganteng. Dia pun meneruskan aksi main koinnya itu, sekarang koinnya diletakkan di jenggotnya dwong! Plissss!

* Dia mulai mencabuti jenggotnya yang cuma 7 helai dengan koin karatannya itu. Gosh! Plisss… saya gak kuat melihat kejadian ini. Saya membetulkan letak kacamata. Sudahlah, saya pikir, gak usah ngeliatin dia. Saya pun melanjutkan membaca novel.

* Sehelai jenggotnya terbawa angin, nempel dengan pede di kaca mata saya.

*

Rizki’s Daddy


Image497Dia ga pernah mau dandan. Dia gak mau disuruh pake lip balm. Katanya, ‘Masak ganteng2 gini bibirnya glossy’. Setelah dijelaskan bahwa lip balm berbeda dengan lip gloss, dan lip balm tidak menimbulkan efek kilap seperti lip gloss, dia akhirnya mau pake lip ice, dengan warna sedikit pinky, biar pas difoto nikahan jadinya gak pucat. Tapi, dia masih punya pembelaan, dia bilang kan fotonya bisa diedit… tapi dari pada dipaksa2 oleh perias pengantin untuk memakai lipstick warna nude velvet nomor 125, dia pun rela memakai lip balm pinky itu. Dia gak rela komedo2 tercintanya dipencet2 orang lain. Untuk istrinya, dia rela di facial. Ternyata, setelah di facial, dia merasa enakan, wajah bersih dan berasa tambah ganteng katanya. Sekarang, dia suka pake pore pack, dia suka melihat2 komedonya yang malu2 nempel di pore packnya itu. ‘Biar gantengnya total’, katanya.

Image520 Dia seneng ngelonin istrinya. Setelah berdoa bersama, dia nyayiin lagu macem2 sampe istrinya tertidur. Kalo tidur dia ngorok, ‘ krook… krook… krook… fiyuuuwh… krook… krook… krook… fiyuuuwhhh!’. Intonasi ngoroknya kadang keras kadang pelan. Dia sering kaget dan kebangun ngedenger suara ngoroknya sendiri seraya bertanya panik, ‘Ada apa tuh???’. Dia sewot kalo istrinya bilang kalo dia kaget karena suara ngoroknya sendiri. Sampe suatu ketika istrinya merekam suara ngoroknya, baru dia percaya (itupun gak langsung percaya). Dia pernah mimpi ditinggalin istrinya, trus dia manggil2 istrinya ‘Wawawawe… brubrurbrur… phphbbpb… wurwowowo…’. Sebelum istrinya membangunkannya, istrinya ketawa2 dulu. Setelah itu, dia istighfar, trus tidur lagi :)

Image521
He loves children, even the naughty one. Pernah seharian dia bermain dengan keponakan istrinya yang hyperaktif dan centil audubilah. Dia nemenin si anak centil itu maen tembak2an dengan dia sebagai korbannya. Dia mati dan hidup berkali-kali sampe si anak centil itu keringetan tangannya sehingga agak sulit buat si anak centil untuk memegang pistol2an. Setelah mengelap telapak tangan si anak centil dengan tissue basah favorit si anak centil, mereka berdua mengelap dvd bajakan rusak dengan tissue basah bekas itu. Selama si anak centil sibuk dengan tissue basahnya, dia menyisir rambut kribo si anak centil dengan sisir kayu ramah lingkungan bergigi jarang.

(Kangen mode: On)

digencet


* waktu smp saya pernah digencet sama kakak kelas, gara2nya pacarnya ngirim surat cinta buat saya. semenjak itu kesalahan saya jadi banyak.

* dia gak suka poni rata saya yang katanya nyontek poni dia. padahal, poni saya dan poni dia jelas beda. poni saya rata alami (halah), poni dia ada yg rata dan ada yg membumbung tinggi ke atas (seperti lagi menghormat bendera gitu, jadi kalo upacara hari senin dia gak perlu ikutan hormat bendera soalnya udah terwakili sama poni dia), dan satu lagi; poni dia bisa tinggi begitu pake hair spray dan agak disasak. Istilahnya poni dia itu poni tirai, jadi yg rata tirainya aja.

* dia gak suka sepatu docmar ungu saya. Katanya lebih bagus sepatu warrior item putih punya dia, lebih bersahaja dan aman katanya. Padahal, sepatu doc mar saya itu kan 9 holes, sesuai dengan trend saat itu. Masalahnya, yg punya sepatu doc martin di smp saya itu baru beberapa orang. Jadi kalo upacara sering kena razia. Tapi saya jarang ikut upacara, nangkring di UKS aja, pura2 sakit. jadi emang jarang kena razia.

* dia gak suka rok saya. Katanya warna birunya gak sebagus punya dia, dan rok saya itu kependekan. padahal, rok itu yg beliin ibu saya. Ibu beli di Resko, itu loh, toko seragam paling top di pasar2. Pinggang saya waktu itu kan lingkarnya kecil, jadi pake ukuran S, jadi mini. kalo yg M agak panjang, tapi lebar. Seperti kandang ayam.

* dia gak suka saya bales surat cintanya pacarnya itu, dia gak suka saya. Dia ingin saya mati.

Diapelin


Wiken kemarin saya diapelin. Tadinya mu ikutan kumpul2 anak2 juve di dipati ukur, tapi tampak malas. Jadinya kita berdua nonton dvd aja di kamarnya dechanella yg selalu berada di luar service area.

Kita nonton Epic Movie, Trans America,  300, &  The Departed.  Lumayan lah,  ketawa2.  Loh koq ketawa2?  Kalo Epic Movie emang ketawa2, tapi kalo yg laennya  ketawa  sebel. Soalnya kita nonton dvd bajakan, jadinya sounds nya gak gitu bagus. Kenapa beli bajakan? Soalnya murah.

Hari Minggu sore kita ke MTC, ke Cipaganti Travel. Di sebelahnya ada stand Pisang Pontianak. Beli lah kita rasa keju susu, ternyata gak senendang pisang ponti yg di buah batu. Trus kita ke Hypermart, di situ kita beli soes duren 2 biji. setelah itu saya dadah2 sama suamiku, dan mulai meneteskan aer mata. Always like that, I don’t like Monday.

saya berjalan menuju Gramedia, melihat2 buku mewarnai. dari balita saya suka mewarnai. Apalagi yg gambarnya Barbie. Karena terlalu suka mewarnai, akhirnya saya gak bisa menggambar. ya sudahlah.

Melihat2 buku how to get rich, n somting like that. dan akhirnya membeli buku resep masakan seri Steak a la Cafe. Sampai hari ini belum dipraktekan.
Tapi setidaknya kan niat…
Liat gambarnya aja udah ngiler… sebelum pulang saya ke RM. Dapur Keraton dulu, beli Tenderloin Steak Mania. Harganya 23.500 IDR seporsi. Banyak. Enak.

2 Minggu lagi saya bertemu suamiku. Berniat untuk berobat ke dokter gigi dan dokter kulit, siapa tau hamil.

Aku Ingin


Pengen libur seminggu aja deh.
Pengen ngerasain bangun siang n tidur siang.
Pengen nyelesein baca  novel2  n buku2 yg dibeli tapi belum sempet dibaca.
Pengen nonton dvd2 yang dibawain tony tapi belum sempet ditonton.
Pengen nonton Le Grand Voyage.
Pengen berenang.
Pengen dipijit lulur sama Bu ‘Ndang.
Pengen betulin rambut ke salon L20.
Pengen facial ke dokter Indrarini.
Pengen makan pepaya dingin dipotong kecil2 campur jeruk kecil dikit n gula pasir.
Pengen jalan2 sama 4mpat nyari butik baju muslim murah.

Tahun Baru 1428H


Malam tahun baru
ini, Dechanella bikin konser & I have to attend. KOnser apakah itu? Konser
Angklung yang berjudul A Tribute to Daeng Soetigna.Konser ini diadain di Dago
Tea House. Dago Tea House adalah sebuah gedung yang terletak di daerah Dago
(penting ga sih…).

Apa sih angklung itu? Angklung adalah
alat musik tradisional, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara
digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga
menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam
setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung
sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro
dan pelog
.
Nah, kebayang

kan

,
Dea adikku yang langsing semampai itu menggoyang2kan angklung dengan hebohnya…?
Capedeee…

Ceritanya,
asal-usul angklung itu berasal dari zaman Hindu yaitu sebagai tanda waktu
sembahyang dan juga sebagai penghormatan terhadap Nyai Sri Pohaci (Dewi Sri).
Juga sebagai upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak
mengundang malapetaka, baik gangguan

hama

maupun bencana alam lainnya. Dalam sajian hiburan, Angklung biasanya diadakan
saat terang bulan dan tidak hujan. Tapi Dea konsernya

kan

indoor, jadi ya ga keujanan dan
permainan lightingnya juga bisa diatur, ga repot. Mereka memainkan angklung di
panggung yang settingnya buruan (halaman luas di pedesaan) sambil
menyanyikan bermacam-macam lagu, dari lagu Sunda, lagu Pop sampe lagu Belanda.

Para

penabuh angklung sebanyak satu kompi itu membuat
posisi berdiri sambil berjalan dalam formasi lingkaran, menari-nari sambil
menggoyang2kan angklungnya dengan centil. Cukup menghiburlah, sehingga membuat
saya ngantuk dan kelaparan.

Dari presentation
slide yang ditampilkan, ada beberapa jenis angklung yang bisa saya tangkap
(yo’i, kita ditimpukin angklung): Angklung Buncis (Priangan/Bandung),
Angklung Badud (Priangan Timur/Ciamis),
Angklung Bungko (Indramayu),
Angklung Gubrag (Bogor), Angklung Ciusul (Banten),
Angklung Dog dog Lojor (Sukabumi), Angklung Badeng (Malangbong, Garut),
dan Angklung Daeng yang identik dengan Angklung Nasional dengan tangga nada
diatonis, yang dikembangkan sejak tahun 1938. Angklung khas

Indonesia

ini berasal dari pengembangan angklung Sunda. Angklung Sunda yang bernada

lima

(salendro atau
pelog) oleh Pak Daeng Soetigna (19081984) diubah
nadanya menjadi tangga nada Barat (solmisasi). Hasil pengembangannya kemudian
diajarkan ke siswa-siswa sekolah dan dimainkan secara orkestra besar. Nah
contohnya konser kali ini. Lucu juga melihat Dea & Gege pake kebaya
nenteng2 angklung gede. Udah kayak penerima tamu di Rumah Makan Sindang Reret
aja gayanya, apalagi dengan dandanan Ny. Menornya itu. Pokonya u go (to the zoo) girls!

Nu Year


Th107
Malam tahun baru
2007 ini, Saya, Kk & Dechanella pergi nonton
di XXI BSM karena infotainment di tv mulai membosankan. Sebenernya sich kita
bertiga gada dendam sama Dona & Darius, tapi karena dari pagi sampe menjelang
sore beritanya tentang pernikahan mereka mulu, jadinya stress rame2 gitu. Saya
berasa jadi Darius, Kk jadi Dona, dan Dea jadi dekorasinya. Setelah saya bosen
ironing, Kk bosen tidur siang, dan Dea bosen pingsan, akhirnya kita memutuskan
untuk ke BSM aja.

Kita nonton
“Night at The Museum”. Film ini menceritakan tentang Larry Daley (Ben Stiller)
yang hidupnya unsettled. Larry yang dah get divorce sama istrinya ini punya
anak cowok yang tiap berapa hari sekali
ikut bapaknya jalan-jalan. Larry ga
pernah betah kerja di satu perusahaan, bawaannya pengen resign mulu. Suatu hari
pada saat dia lagi jobless, anaknya ngajuin satu permintaan yaitu Larry harus
punya satu pekerjaan tetap biar anaknya ga bingung cerita tentang kerjaan
bapaknya ke temen2 sekolahnya. Akhirnya Larry ngelamar kerja ke Museum Sejarah
Alam Nasional untuk jadi Satpam jaga malem. Tiap malem patung-patung di dalem
museum ini hidup, dan Larry harus berusaha ngejaga mereka buat tertib & ga
keluar dari area museum. Mahluk-mahluk ini akan kembali jadi patung lagi
sebelum matahari terbit, jadi Larry harus menertibkan mereka untuk kembali ke
alamnya masing2 sebelum matahari terbit. Kalo mereka keluar museum, besoknya
mereka akan jadi debu. Petualangan Larry seru2 aja, ada fossil T-rex yang seneng
maen lempar tulang, ada suku mayan yang seneng berantem ma gladiator roma, n
ada Teddy Roosevelt yang naksir cewe Indian keren bernama Sakagawea (lupa
namanya, sounds like that). Larry yang dah kompak ma penghuni museum akhirnya
harus melawan kejahatan dan akhirnya mereka menang. A happy ending story, Larry
berhasil mengamankan museum, anaknya bangga sama bapaknya, penjahat2nya
dipenjara, museum jadi rame pengunjung, penghuni museum jadi akur & ada
yang jadian pula, dan Larry akhirnya naksir2an sama cewe yang lagi penelitian
di museum itu. Bagian yang paling saya suka adalah waktu si Teddy Roosevelt
nasehatin Larry untuk banyak belajar dari sejarah.

Nonton film ini
di malem tahun baru bersama Kk n Dea cukup menghibur. Walopun si Kk sempet
komentar kalo malem tahun baruan bersama Eka dan Dea ga seru. Dan entah mengapa Bandung dingin banget,
membuat si Kk harus pake kaos kaki yang ga matching sama boxer & sepasang
kaki kurusnya yang sexy itu. However, malem tahun baru ini saya baru sadar kalo
ternyata sejarah itu lumayan menghibur kalau disajikan dengan menarik. Kalo
gurunya killer, bukunya mahal & museumnya spooky sich ya wajar aja kalo
waktu skolah dulu saya sama sekali ga terstimulasi  buat ikut pelajaran sejarah.

T.H.R


1 Long time no see. Wuah, dah lama juga ga nge-blog. Cerita apa ya? Standar aja sih sebenernya. Great Ramadhan, and Idul Fitri dengan liburannya yang cukup membahagiakan. Ya meskipun di tengah-tengah liburan ada telepon dari kantor yang nanyain soal giro-giro toko yang ternyata sudah cair sebelum waktunya. Ga bisa liat orang seneng dasar. Setelah menjalani bulan Ramadhan dengan penuh sukacita dan kecantikan luar dalam, akhirnya lebaran tiba juga. Libur telah tiba, libur telah tiba, hore..hore…hore…! Jeng jeng jeng.. ! Abis shalat Ied kami pergi ke Sukabumi kampung halaman Bapakku yg terganteng se-Indonesia itu.

Eh, bacanya jangan dulu udahan, ini ceritanya menarik loh. Bukan sekedar cerita mengenai berlibur ke rumah nenek yang sering kita bikin zaman SD dulu. Yah, ada sih mirip2 dikit. Tapi ini mah mengandung unsur edukasi, beda lah sama karangan kita zaman SD dulu, percaya deh. Secara sekarang saya dah 3 tahunan ini jadi sarjana sastra yang lucu dan menggemaskan, okay… (Nyombong dikit bole dong, maklum lulusnya lama… angkatan 98’ and don’t ask where did I get the S.S thing).

2 Mulai bete ya? Kalo penulis expert kan emang cara bertuturnya suka ngebetein gini. Jadi pembaca yang baik harus bersabar. Iya deh, mulai ya ceritanya. Setelah sampai di rumah bapak di Sukabumi, hari mulai senja dan matahari mulai terbit di bagian bumi lain. Rumah bapak adalah rumah di tengah kebun named Sampora. Kebun bapak ini adalah tanah datar yang ditumbuhi bermacam-macam taneman, secara bapak itu pensiunan pegawai negeri di Departemen Kehutanan. Jangan dulu membayangkan bentuk rumah bapak ya, soalnya saya belum selesai describingnya. Kebun ini terletak di pinggir jalan raya soalnya kalo terletak di tengah jalan raya tampak ribet membayangkannya. Kebun ini ditumbuhi pohon-pohon kelapa, pohon jati, pohon cengkih, pohon papaya, mangga, pisang, jambu yang buahnya sering dibeli di pasar minggu, juga pohon mangga, sawo, rambutan, salak, cabe, jengkol, pete, dan banyak deh. Jadi kalau tinggal di sini pasti berat badan nambah 2-3 Kg secara kita selalu disupply berbagai makanan dan selalu ngerujak. Rumah ini rumah beton (sebenernya saya gak ngerti ini lagi ngomong apa) beratap genting, dikelilingi teras selebar 2 meter, dengan 1 ruang tamu yang bersatu dengan ruang keluarga, 2 buah kamar tidur, 1 dapur yang bersatu dengan ruang makan, dan 2 kamar mandi. Rumah bapak lucu sekali, kecil tapi seperti labyrinth, serasa liburan di Mesir. Kata Dea adikku yang paling cantik se-Indonesia (ypcsI) itu, ini rumah type 4L, lu lagi lu lagi. Jadi saking mungilnya kita berasa ketemu terus gitu. Kita makan malam bersama (kita: Ibu, Bapak, saya, Dea adikku ypcsI, K Yudi kk ku yg nomer 2 terganteng setelah bapak, istrinya k Yudi, Reyhan anaknya k Yudi yg masih TK tapi udah punya pacar, n sejumlah nenek2 dan kakek2 kakak2nya bapak yang mengunjungi kami malam itu). Reyhan mulai merasakan gangguan yang diakibatkan oleh rumah type 4L ini, dengan protes extreme.

“Nenek2nya banyak baget sih, Tante. Udah gitu jelek2 lagi”, gitu katanya, ungkapan jujur seorang anak TK begog.

“Eh Reyhan gak boleh bilang gitu, nenek2nya kan baik, koq dibilang jelek?” sebagai Tante saya kan musti mengajarkan kesopanan.

“He he he.. abis rambutnya putih semua”.

“Kan neneknya mo shalat, sayang…, jadi kerudungnya dibuka dulu, tar abis shalat dipake lagi”, Reyhan emang gak suka liat perempuan gak pake kerudung, kae sirip ikan pari katanya, secara emaknya sering dia puji2 kalo dah cantik pake kerudung karena itu tandanya dia mau diajak jalan2.

3 Setelah nenek2 dan suami2nya pulang, Reyhan tidur bersama Mamanya. Lalu saya, Dea, dan Kak Yudi nonton sinetron yang judulnya lupa. Ceritanya ngikutin film What a Girl Wants, tapi diadaptasi jadi versi Indonesia dan saya heran kenapa juga nonton sinetron itu. Lucu, acting nangisnya banyak banget, dan kita gak bisa ngebedain dia lagi nangis atau lagi ketawa. Jadi mimic mukanya tuh seems like ga sengaja nelen sikat gigi. Nangis yang gak bersuara tapi nyengir2 kae lagi ketawa gak bersuara. Entah berapa kali dia nelen sikat gigi di sinetron itu.

4 Keesokan paginya, kita berziarah ke makam Nini dan Aki yang terletak di area makam di tengah tanah almarhum Aki. Kita harus melewati pematang sawah kering yang kalo lagi musim tanam pasti keern banget pemandangannya. Kemarau panjang jadi gak asik, sawahnya kering dan banyak tumbuhan meranggas (secara saya gak tau nama tumbuhan itu apa. Sebenernya saya gak ngerti meranggas itu apa, tapi istilah ini sepertinya cocok untuk kalimat ini) yang menyerap air sawah. Setelah membersihkan makam dan ikut2an baca doa-doa pendek, saya dan dea sempet foto2 secara narsis mode on. Ada kebiasaan yang agak rancu kalo musim ziarah makam kae gini. Anak muda di kampung sini kebanyakan kerja di kota. Entah apa maksudnya kalo musim ziarah gini mereka (si orang-orang kampung yang bekerja di kota itu) bayar orang lain untuk bersihin makam orang tuanya dan ngaji sampe khatam berapa kali selama kurun waktu tertentu di samping makam orang tuanya. Tarif ngajinya itu sampe jutaan rupiah, secara horror juga kali musti ngaji 3 hari 3 malem di kuburan pula… capedeee… Rancu kan? Tapi ya sudahlah, saya gak mau membahas hal bodoh yang gak educating ini. Tapi kebiasaan rancu itu baru ada recently, diduga sih setelah munculnya acara Uji Nyali di TV. Bapak bilang sih itu terjadi karena degradasi iman dan taqwa. Dan karena mereka belegug aja, masa sih bersiin makam orang tua sendiri ribet, dan soal mengaji dan berdoa kan gak perlu di makam gitu sampe nginep2 segala.

5 Pulang dari makam, Bapak sengaja membawa kami jalan memutar sambil nunjukkin ini tanah siapa dan itu tanah siapa. Kami juga sempet mampir ke rumah salah satu kerabat bapak, secara sekampung emang sodaraan semua. Suasana di kampung itu damai banget, pantesan orang kampung anaknya banyak. Honeymoon is everyday. Dan orang kampung itu tajir-tajir, anaknya yang ngantri itu dikasih rumah satu-satu, bukan rumah tipe RSS yang bayarnya kredit juga. Halamannya luas pula bisa buat maen bola. Tipikal orang Indonesia banget lah, kaya raya, punya tanah, air , istri and banyak anak. Oh iya, kita juga sempet dikejar2 kambing gara2 Reyhan dengan sok akrabnya menyapa seekor emak kambing yang lagi gundah.

“Halo embeee… kamu lagi apa?”

“Mbeeeek”

“Laper ya? Kamu makan apa mbeek?’

“Mbeeeek”

“Ooo.. makan rumput ya?”

“Mbeeeek”

6tanteuw_ean_1 Tiba-tiba si emak kambing lari ke arah kami sambil histeris embek2an mengejar Dea yang pake payung berwarna eye catching. Mungkin dikiranya Dea tuh anaknya yang bereinkarnasi menjadi ABG berpayung pinky. Dea shock berat dan berlari ke arah bapak minta digendong secara badannya panjang banget seperti bihun. Jadi tampak gak ergonomic gitu melihat gayanya memeluk bapak sambil teriak2 bangga dikejar2 kambing. Bapak yang lagi gandengan sama Ibu jadi agak terganggu juga sih dengan aksi peluk bihun ini.

“De, tutup payungnya! Tuh kambing suka sama payung pink!” K Yudi memberi aba-aba, sepertinya panik.

“Bukan, K Yudi tuh topinya merah!”, tengsin juga si Dea dikejar2 kambing.

“Tapi yang dikejar kan kamu…” k Yudi ikut tengsin kalo dugaan Dea benar.

“Emang kambing suka warna pink? Ini gimana nutupnya?” Dea panic tiba-tiba si payung susah dilipet, setengah putus asa payung pun dilempar ke arah jemuran rumah Uwak (uwak: dalam bahasa sunda sebutan untuk kakaknya bapak).

7 Setelah dikasih minum air teh tawar hangat plus opak garing (opak: makanan seperti kerupuk yang dibuat dari beras gitu…) kami menuju tempat parkir. Dea berangsur2 pulih dan mulai mendekati bebek community untuk foto2 bersama bebek.

“De! Jangan deketin entog2 itu. Tar kamu dikejar emaknya entog!” K Yudi ngasi saran.

“Bapaaaaak…tolong Deaaa…”

8 Jam 11-an kita berangkat ke pantai Ujung Genteng to have lunch. Pantai ini keren banget. Jalan menuju ke sana udah mulus, gak macet pula secara orang-orang mulai kurang suka ke pantai semenjak peristiwa di Aceh dan Pangandaran kemarin. Menurut bapak, dulunya pantai ini dermaga gitu, tapi berhubung terjadi pendangkalan pantai jadinya dermaganya ditutup. 

Pantai  Ujung Genteng ini is a southern coastal area which in general has white and thick sand with a lot of sea weed grow. The most attracting thing of this object is the effort of conserving turtles (green turtles; Chelonia mydas) and to watch them lay eggs. Saya koq berasa jadi tourists guide gini, gpp ya in English dikit, kan buat promosiin this cool beach to the world. Maklumlah, orang bule kan gak secerdas orang Indonesia, mereka tuh biasanya oon and gak mau belajar bahasa Indonesia. Biarlah mereka dengan keoonannya dan kita dengan kekerenan kita. Unfortunately, it was not the season of those turtles to lay eggs. Lagian to watch it perlu kesabaran extra ordinary dan perlu persiapan yang well cooked atau matang. Secara si penyu2 hijau ini bertelurnya setelah matahari terbenam sampai sebelum ayam jantan berkokok, penyu2 ini juga dengan gaya penyunya yang pelan2 seperti puteri keraton itu gak suka cahaya dan suara2 berisik, jadi begitu terkena cahaya dia bisa bad mood dan balik lagi ke laut gak jadi bertelur. Bukannya belagu, tapi kalo kena sinar bulan pun dia akan berubah menjadi Srigala. Hehehe.. enggak ding.. dan asal tau aja nyamuk2nya raksasa jadi ya sudahlah tak perlu menonton si Chelo bertelur. Oh ya, kata Bapak kalo dia bertelur, biasanya the female turtles ini going along the beach about 20 meters from the beach line then the turtles begins to dig holes about 0.5 meters depth. When they dig it they use both of their front legs. Whenever all their bodies are already hidden in the holes, they dig holes for laying their eggs with their back legs. Right in those holes the round and soft covered eggs are kept.

9_mencari_jejak Penyu2 ini gak bertelur tiap hari, tapi ada musimnya. Penyu bertelur 6 sampai 7 kali dalam setahun atau sekali dalam 40-60 hari. Setelah 45-60 hari telurnya menetas dan biasanya hanya 60% yang menjadi tukik (anak penyu). The peak season of laying eggs is between August-October, and in the west season (December-February) when the waves are big, the turtles are unenthusiastic to lay eggs. Gak semua Chelo yang naik ke pantai itu bertelur, sebagian cuma iseng jalan2. Secara pemandangan di Ujung Genteng ini emang cool. Penyu juga perlu jalan2 lah. Waktu yang diperlukan seekor penyu untuk merayap ke pantai dan bertelur sekitar 2-3 jam, and during the full moon the turtles crawl to the beach much later, about after 9.00 p.m. Makanya waktu harus balik lagi ke laut mereka banyak yang kesiangan. Secara lelet banget kan jalannya. Telur penyu ini banyak mengandung protein dan lemak. That’s why harganya lebih tinggi daripada telur ayam. Minyak penyu yang baunya amis itu dikenal dengan sebutan minyak bulus, gunanya untuk menghilangkan keriput dan mengencangkan payudara.

10 Hari semakin siang dan perut meraung-raung. Kita pergi ke pasar ikan dan beli macem2 udang dan ikan, sebagian untuk dimakan di sana dan sebagian untuk oleh2 dan dibawa pulang. Di sepanjang jalan di kawasan pantai ini banyak terdapat rumah makan yang menyediakan jasa bakar dan goreng ikan dan udang. Udang goreng ini begitu menggoda jadi it’s no problem to eat them sebanyak-banyaknya and I don’t care about my allergic skin ‘cause it’s so damn ni’meeeeh buanged…! I can’t wait to see my doctor lah di Bandung ntar. GAPAPA! It’s worth it getoloh!

11 Hari berikutnya we’re back to Bandung. Tapi sebelumya karena kita lagi euphoria wisata pantai dan udangnya, kita mampir ke Pantai Pelabuhan Ratu. The Queen Harbor is a gulf which has a unique characteristic; a combination of steep and slope beaches. There are steep reefs struck by the waves on the other side, and natural conservation areas on the other. That’s why Bapak took us here. The uniqueness has become interesting whenever the wildness of the south sea waves is related to the legend of Nyi Roro Kidul, the goddess who threw herself into the sea at Karang Hawu. Koq jadi horror gini ya? Don’t try this at home lah. Pokoknya untuk menghormatinya each year on early April the fishermen make offering in a thanksgiving ceremony by sacrificing heads of buffalo and spreading flowers on the sea, and it’s followed with cultural ceremonies and performances. It’s called Pesta Laut. Afterwards some parts of the custom-based ceremony which are detrimental to the Moslem teachings are gradually abolished, so that what is left later is only the form of carnival and folk festival with various kinds of art performance and sports competition or exhibition of skills at the sea.

12 However, kita di sini cuma mau mampir shalat Jumat dan makan siang aja. Menu special hari ini adalah Lobster saus tiram. Slurp slurp slurp Yummiee… dan seluruh tubuhku membengkak terutama di daerah mata hidung dan bibir. GAPAPA! Ga usah larang-larang. Saya menikmatinya, yah daripada sakit hati. Oh ya, tempat makannya berbentuk saung2 (saung: pondok mungil) yang berjajar sepanjang pesisir pantai, tiap saung diberi nomor, tapi gak ada nomor 13, rupanya masyarakat sana masih mempercayai mitos 13 angka sial. Jadi lucu aja gitu, dari 12 langsung nomor 14. Atau sebenernya ada saung nomor 13, tapi invisible mode. Hiiiii….ngeri deh!

13 Pulang ke Bandung hari mulai sore dan sempat mampir ke Roti Unyil Okeke di Padalarang. Roti favorite kita adalah roti mini filled with Blueberry jam, gak lupa beli Marshmallows coklat dan blueberry untuk dibakar dan dicelup di selai coklat . Enakenakenak…! Nah, tau kan sekarang kenapa saya semakin endut dan sexy juga berbetis aduhai…

Mendadak Ja(blay)zz


1_galsdaysoutMinggu sore,17 September 2006.
Saya, Anggi dan Mirna, trio jablay
baik-baik dan cantik-cantik ini mendadak jazzy. Senangnya jadi employee di
tempat saya bekerja, secara kalo ada marketing events (hampir) selalu dapet
tiket gratisan J. Ya seperti
hari ini di Bumi Sangkuriang, Dji Sam Soe Super Premium mensponsori Jazztival, Jazz and Art Festival, suatu
rangkaian festival jazz road to Bandung Jazz Festival yang akan diselenggarakan
tahun 2007 nanti. Not only jazz music, but also we can enjoy the artworks and
the foods of course. Music jazz ditampilkan di beberapa tempat dalam waktu yang
cukup singkat; di Concordia, Dome, Hall, Trees, Resto and Field. Sedangkan pasar
seni dan food stand berjejer mengelilingi field dan swimming pool di outdoor
area.

 

2_entryMbak-mbak dan Mas-mas penerima tamu dari Republic of Entertainment menyambut kami dengan senyuman ramah dan
penuh arti (yang artinya marilah kemari hey hey hey sayang). Mereka memberi
kami synopsis dan kartu perdana IM3 dengan pulsa IDR 10.000,00 (hore!bisa
sms-an).

 

Intermezzo:

Minang_production‘Bang, sms siapa ini Bang? Yang isinya pake
sayang-sayang…’ Lagu ini booming banget. Sampe mu tidur masih terngiang-ngiang.
Anggi suka sekali lagu ini. Katanya, lagu ini diproduksi oleh Minang Production
(yang diasumsikan berupa komunitas Minang yang berarti masih kerabat dan handai
taulannya Anggi temanku tersayang blasteran Padang-Garut itu). Lagu yang
diadaptasi dari lagu

India ini menurut Anggi masih dipertanyakan siapa
penyanyi yang memopulerkannya, namun diduga Trio Naga-lah yang memopulerkan
lagu tersebut. Secara di daerah-daerah para penyanyi dangdut selalu berebut
untuk menyanyikan lagu SMS ini. Uh, cuapede…

Nah ini dia  lagu sms  versi bahasa  Inggrisnya:

SMS (English Version) by TRIo ERots

(*)  Bang, tell me who send this short message BangBang, this message with those words of "honey"Bang, it must come from your girlfriend AbangBang, it has caused me feel so uneasy

Bang, please give me your answer now AbangBang, I will throw you mobile phone awayBang, please tell me the truth right now AbangBang, if you love me anyway

When you talk in argumentYou are so good with reasonsObviously you've wrong statementStill going with your reasons

You tell me wrong number lahYou tell me someone 's joke lahYou tell me wrong number lahYou tell me someone's joke lahStarting this very moment, your mobile phone will be mine

Back to (*) 2x

 
3_elfasSampai di Hall kami mengambil posisi duduk,
sebelumnya sempat say hi dan cupika-cupiki sama Kiwi yang datang bersama suami,
teman, dan a Japanese yang sedang home stay di rumahnya. Eye 2 Eye is performing. Asyik, tapi laper. Setelah
menikmati penampilan dari Eye 2 Eye, kami beranjak menuju the trees.
Murid-murid Elfa’s sedang perform under the trees. Selain cantik-cantik dibalut
gaun hitam yang tertiup angin sore yang dingin, suaranya juga bagus-bagus. Kiwi
sempat berbisik, ‘Andaikan kita punya suara bagus kae gitu ya Ka, pasti kita
yang lagi perform di situ…’ Halaaah… Elfa’s students bawain 3 lagu, ‘baaaguuusss…!’

 

4_standsThen, we stepped to arts stands,
melihat-lihat dan akhirnya membeli pin dan kalung. Hehehe… belanja getoloh.
Paling banyak sih stand accessories, selain itu ada juga stand bebatuan - yang
ternyata milik Ning temen SMA dulu yang setelah melahirkan langsung langsing,
stand pahatan kayu - yang kursinya lutu dan Mirna pengen beli tapi lagi
didudukin orang laen sehingga harganya gak keliatan, stand Seco yang jualan
gitar, stand Pinholic – yang designnya bikin kita ngacapruk selama lima menit.

 

Explanation:

ExplainMirna: Nah ini (beside me is an idiot) cocok buat gue, elu kan selalu ngintil di sebelah gue.

Anggi: Ini juga (I hate you) cocok buat gue.

Eka: Yang ini (gandeng!) cocok buat kalian.

Bertiga: Ini dong (@&j*N9) yang paling cocok. (kata-kata yang tercetak pada pin
disamarkan dengan alasan menghormati orang tua)

 

5_soreKami tiba di stand makanan. Lontong kari dan
kentang sosis BBQ jadi menu utama untuk ganjel-ganjel. Ternyata udara sore ini dingin
juga, untung pake jilbab jadi angin yang masuk agak-agak terhambat getodeh.
Hari semakin sore, lampion warna-warni mulai dinyalakan. It’s so jazzy. Kita
jadi terharu, suasana romantis gini galsdaysout bertiga asyik juga, tanpa
cowok-cowok yang mengintil. Beberapa kupu-kupu secara lucu nempel di kemeja
Anggi ketika kita lewat di stand lukisan bertekstur (yang gak ngerti boleh
nanya).

 

6_indoorSetelah break shalat Magrib kita balik lagi
ke Hall untuk menikmati Salamander Jazz Big Band yang bawain dua-tiga lagu.
Mirna masuk angin, Anggi ngidam permen, dan saya dehidrasi. Sambil menunggu
opening ceremonial, kami keluar menuju parking area untuk ganti sandal jepit
dan mengambil permen mentos rasa anggur kesukaan saya di mobil. Gak lama
seorang pedagang asongan menghampiri kami – eh, Mirna yang manggil deng… - Air
mineral dan teh kotak jadi the must buy malam itu. Mirna yang sejak tadi
mengoles2kan cajuputi bodymist Sidola-nya menanyakan keberadaan Antangin JRG
pada si bapak penjual asongan. Plisde, Mir…

 

7_ganiatiKami kembali ke the dome untuk menyaksikan 4Peniti.
Sebelumnya Ganiati Performing Arts mengadakan opening ceremonial dengan
penyalaan lampion dan lilin. Ganiati adalah kependekan dari Garing maNia sampay
maTi! And it’s true, menjadi norak dan beraroma garing ternyata memang gak
mudah. Upacara pembukaan dilaksanakan di field, dan para penonton yang telah
memberikan space diberi lilin. Upacara berlangsung dengan sangat garing dan
gilingan. Then, kembang api di stage pun menyala bersamaan dengan menyalanya
the candles and the lampions. Ganiati berhasil membuka acara dengan sangat garing
dan sukses.

 

8_4penitiPenampilan 4Peniti yang membuka acara
disambut sumringah oleh para pengunjung. Kami bertiga yang badannya cilE’-cilE’
ini dengan sigap nyosor ke depan dan mulai bergoyang. Tarik mang… Asyik.
Mendadak jazzy. Lagu Badminton-nya Mang Koko dan Toxic-nya Ceu Britney Spears
berhasil dijazzkan oleh 4Peniti. Untung badan kami kecil (merasa kecil), jadi
bisa nyeruduk2 ke barisan paling depan. 4Peniti asyik banget, kami bertiga
senang sekali malam ini.

 

9_pulang_yukSetelah itu Yuri Mahatma sudah siap tampil
di the hall. Kami harus segera pulang. It’s getting dark. Di jalan Siliwangi
mobil kami mogok, rupanya belum panas. Mobil berplat F menurut Anggi namun E
menurut Mirna berhenti di depan mobil kami. Tiga brownies turun menawarkan
bantuan untuk mendorong. Duh, makasih banyak ya brownies…, Teteh doakan kalian
mendapatkan jodoh yang shalehah dan menyenangkan. Amin. Entah apa jadinya bila
saya dan Mirna yang harus mendorong si putihku ini. Sambil memanaskan mobil,
Anggi sempat nelpon temannya untuk minta bantuan kalo aja ada apa-apa, Mirna
juga do the same. Saya diem aja, loading seperti biasa, merasa nyaman dengan
keadaan, mengandalkan dua sahabat yang hebat-hebat ini. Anggi mulai bercerita
tentang kisah-kisah misteri mogoknya mobil-mobil sedan di jalan Siliwangi, dan
langsung saya alihkan ke masalah mogoknya mobil. Secara serem gitu atuh say,
perhatian Anggi pun teralihkan. Anggi dengan gaya montirnya mulai memberi nasihat tentang
ilmu perawatan Maestro, dan Mirna dengan penuh keibubapakannya yang bijak mulai
memberikan tips tentang cara menghindari mogok. Oh God, I love them! Saya
bersyukur punya teman-teman yang baik, cantik dan bawel seperti mereka.

 

10_cantiksSetelah mengantar Anggi dan Mirna pulang,
saya dengan hati-hati menyetir si Putih. Tanpa AC dan tanpa Music, one of the tips
from Anggi dan Mirna untuk menghindari mogok lagi. Saking hati-hatinya, pom
bensin terlewat. Rencana isi bensin di hari Minggu gagal. Pesan moral dari
entry ini adalah 1. gunakan tiket gratis untuk menghadiri event asyik, 2.
gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman dan anti masuk angin, 3. ajak
teman-teman yang baik, cantik, bawel dan menyenangkan, 4. perhatikan kesiapan
kendaraan yang dipakai, 5. bila mogok di jalan keep calm karena Allah mencintai
kita dan akan mengirimkan bantuan berupa mahluk-mahluk brownies yang siap
mendorong, 6. Cintai waktu yang menyenangkan ini, 7. Cintai sahabat yang
walaupun amit-amit bawel tapi baik sekali bersedia nyetirin, 8. Belikan
olah-oleh untuk orang rumah.

 

Image105_1To: Anggi & Mirna

Message: Gals, eka udah nyampe rumah ni.
Thanks yaa…

 

From: Anggi

Message: Alhamdulillah. Setiap hr jgn lupa
ya panasin mobil 15 mnt!

 

From: Mirna

Message: Syukur atuh. Ayo kita tidur! Aaargh
besok kerjaaa… Thx juga tiketnya yaaa! Yuu’.. ya’ bubye

 

11jazztivalOh, God! Thank for the free tickets, the
fun, the loving friends, the music, the brownies, the good times, and all the
best things I can’t mention one by one…

 

 

Anti Gempor


It’s Sunday morning, September 10th 2006, 5:45 a.m.

+628156082*** calling

“Ha-lo…”

“Ka, jam 7 ya!”

“Jam tuuujuh? Nyubuh amat.”

“Yaaa… stengah lapanan deh.”

“Oke deh. Ti, nomer sapa si nih?”

“Bapak…”

“Oh…”

“Ya udah, ditunggu ya…”

Klik. Zzz..zzz… saya tidur lagi. The Body Shop sale minggu lalu saya beli Relaxing Eye Mask. Oh it’s so relaxing… sekilas tampangnya mirip blue silicone sport brassiere, tapi yang ini ukurannya lebih mini, kae kaca mata kuda warna biru getodeh. Yang jelas, diz TBS REM bikin kegiatan tidur kita menjadi momen yang lebih indah.

Duk duk duk, bukan beduk, pintu diketuk.

“Teeeh, mo ke pasar seni gak?”

“Ya.”

“Dea ikut Teteh ya.”

“Ya.”

Contacts. Tiara. Create message.

T, ktmu dsana aj y. Ek ma Dea.

Tar kolang-kaling kl dah nyampe sana.

Ek ngangkot. Mct gt secara…

Send. Delivered.

Tiara.

Ok. Lg pipis d salman.

Kpagian ni. Gerbangnya bk j 9.

1_bapak_rokokYa, sejak pasarseniitb 2000 bigbadagboom yang lalu saya memang niat berkunjung ke pasarseniitb berikutnya. Tahun 2000 lalu status saya masih sophomore yang visiting pasarseni bersama my beloved two girlfriends, Anggia dan Tiara. Sebenernya ada satu lagi temen saya, tapi saat itu ii yang sedang tergila-gila dengan pacarnya Tedy, jadi ii memilih untuk ber-pasarseni-ria dengan Tedy-nya itu. Howeva, it’s OK, no problemo. Yang jelas, saat itu kami merasa sangat gaya. Rambut dipincuk kerudung bercorak matching dengan warna baju. Atasan dengan bahan cotton jadi pilihan tepat, memakai rompi bercaphucon, tas ransel dan running shoes. Waktu itu kami ngangkot dan masuk dari arah Sabuga, dan langsung memasuki wahana-wahana lutu dan special karena gak penting. Salah satunya cyberayamysteria, teater terlucu versi saya. Setelah membeli tiket terusan berupa sticker Rp.5000,00 dan mengantri sekitar 5 menit, kami dipersilakan masuk ke dalam teater dengan sopan. Di dalam teater yang gelap itu kami (dengan sopan lagi) dipersilakan baringan di matrass-matrass dan bersandar pada bantal-bantal mini yang telah disediakan. Film pun dimulai. Film bercerita tentang pernikahan adat Sunda, tulisan “Wilujeng Sumping” dan “Mohon Doa Restu” muncul pada layar. Ketika pengantin sunda itu disawer, penontonpun ikut disawer pake beras dan permen. Kami bertiga tertawa-tawa, kami tertipu dengan cara yang sopan dan menyenangkan. Setelah keluar dari teater itu, kami dipersilakan dengan sopan lagi untuk menonton lagi, secara kami memiliki karcis terusan tadi. Lutunaaa… Di jalan, kami diberi free newspaper limited edition yang containing all about pasarseniitb2000, koran itu diberi nama Edisi Litonga 2000. Lutunaaa…

Saat itu kami tidak tertarik untuk berbelanja. Secara low budget dan terlalu pageyekgeyek membuat dompet dan system pencernaan tidak sehat. Sepertinya fash backnya terlalu panjang ya?


2_gerai_a_mild_1And here I am. Tiba di pasarseniitb 2006 tumplektubleugh dengan cara yang benar dan kronologis. Masuk lewat gerbang masuk, membeli peta saku Rp. 4000,00 dan menikmati karya2 seni yang dipajang di sana bersama dengan my ‘lil sista Dea yang amit-amit judes dan begog itu. Hari itu tak seperti biasa Dea begitu manis, artificially.

“Teh, Dea sama Teteh aja ya. Teh Tia kan sama Mamanya.”

“Emang ga jadi janjian ma temen-temen seni rupanya?”

“Jadi sih, tapi Dea nemenin Teteh aja. Mo ke atm dulu ga? Ayo Dea anterin.”, ajaknya tersenyum manis.

Dats why I call it as artificially nice. It’s OK, I’m happy anyway. At least I have the bargaining power.

3_komikKami melewati pameran komik kocak sebesar jendela rumah kita. Komik yang saya ingat kira-kira ceritanya seperti ini: Sekelompok ibu-ibu menjemput anak-anaknya di salah satu TK.

Ibu 1: Dona, sini ‘nak!

Seseorang: Pasti dulunya ibunya ngidam dona(t)

Ibu 2: Dwi, sini ‘nak!

Seseorang: Pasti dulunya ibunya ngidam dwi(t)

Ibu 3: Titi! Ayo, kita pulang!

4_iket_pinggangGerai demi gerai kami lewati, accessories demi accessories (setelah bayar) langsung kami pake, dan baju demi baju kami beli. Ikat pinggang acrylic warna-warni dan kalung batu-batu berwarna hijau lutu jadi favorite kami. Oh, it’s so retail therapy. Di teriknya matahari duha itu (wah, saya religius juga ya) lama-lama Oceanus mixed with me, menjadi oceanusjaringaous menurut bahasa bapak saya. Terasa mulai tidak nyaman, kira-kira begitulah artinya.

“Teh… Dea nunggu di sini ya?” Dea melangkah gontai menuju pohon rindang dan duduk di bebatuan sebelah seorang bapak yang menjual novel-novel karya Jamal seorang penulis alumni ITB, salah satu novelnya yang saya ingat berjudul epigram. Sepertinya bagus. (Eh, jangan-jangan Bapak yang jualan itu Pak Jamal sendiri. Hai Pak!)

“Eh, enak aja. Ga ah. Baru segini aja udah capek.”

“Teh, plis lah. Istirahat dulu. Kita duduk-duduk dulu. Kaki Dea kaenya potong nih.Tar Dea potoin teteh deh.”

“Hah? Lumpuh? Jangan dong. Ga punya kursi rodanya De. Ya udah, potoin yang bener. Tapi duduknya tar aja kalo dah nyampe ujung.”

5_gerai_seniJalan-jalan lagi. Beli-beli lagi. Kalau saja tadi saya bawa fedora hat dan white bugs punya Dea, bisa lebih nyaman berjalan-jalan kali ini. Sampai saat ini, saya dan Dea masih kepikiran gaun mini polkadot lutu dan obi hitam yang we love it at the first sight tapi ga dibeli karena we think we can get it at Chocopink Mangga Dua or BTC Pasteur. Persamaan saya dan Dea adalah kadang suka tiba-tiba selektif dalam memilih sesuatu karena menganggap kita juga bisa bikin sendiri, atau bikinan ibu lebih bagus, atau ah yang gitu mah di pasar juga banyak, atau ah kemahalan untuk barang sekualitas itu, pokoknya lobagayasokkreatifsokproduktif. Yeah, kita berdua memang perpaduan antara konsumtif dan selektif. Dua wanita yang nyebelin namun ngangenin.

“Teh, udah nyampe ujung”, Dea mengingatkan.

6_with_deaDua teh botol Sosro cukup menghibur. Dea sibuk ber-SMS dan terima telepon. Teh botolnya gak abis, sisanya saya minum. Seorang ibu lewat di depan kami, membawa bayi berusia kira-kira 3 bulan dalam kereta bayi. Suaminya berjalan di sebelahnya, membawa satu tas besar berisi perlengkapan bayi. Saya sempet mikir, mo belanja koq tampak riweuh begitu? Eniwei endeshoy, it’s not my problem. Di bawah pohon depan Dea, berdiri seorang ibu dengan anak golden agenya yang merengek-rengek minta pulang. Di dekatnya duduk seorang anak abg seumur Dea bersama ayah dan ibunya, menunjuk-nunjuk gerai furniture sambil mengucapkan kata-kata, sepertinya ingin kamarnya didandani seperti itu. Dea masih berasyik masyuk kelyuar dengan sms dan teleponnya. Saya mempelajari peta saku yang saya beli di entrance tadi. Next point must be the food stations. It’s getting warm and I’ve got nothing in my stomach.

Setelah menghentikan aktifitas sms dan teleponnya yang menggunakan jasa pulsa Teteh tercinta itu, kami melanjutkan perjalanan ke stand makanan sambil mengagumi pernak-pernik dan baju yang kami beli sambil berphoto-photo. Narsis mode: on. Sekilas saya melihat sticker yang dibagikan oleh si Kribo yang bertuliskan Stop Shopping di bahu seorang pengunjung, dan satu lagi bertuliskan Let’s Create di lengan seorang pengunjung lain. Yeah, I can see my future for at least next month: I think I’m creating my credit card’s bill for the next October. OK, take a deep breath. Saya gak gila koq, kegiatan berbelanja ini sangat wajar. I convinced myself.

7_somay_1Makan siang di stand somay yang ternyata milik seorang teman kantor dan somaynya enak dan kami nambah dan tambah lagi dan akhirnya dengan rasa malu stop menambah karena si owner duduk di sebelah kami. Soal duduk di sebelah kami sih ga masalah, tapi masalahnya besok pagi dan besok-besok lagi insya Allah umur panjang di kantor saya bakal ktemu dia lagi dan eating disorder ini pasti jadi bahan diskusi meskipun our eating disorder ini mendongkrak omsetnya. Setelah berbabay-babay dan memperlihatkan ikat pinggang warna-warni dan kalung ijo yang baru dan langsung kami pake itu, kami pamit ke stand es lilin rum raisin yang murah meriah dan terasa sejuk di dalam kalbu. Dea secara otodidak mengunjungi stand Mc.D dan membeli burger — ya ampyun si gadis ramping berkaki gempor itu makannya kae orang kesurupan, saya curiga dia ga berdoa sebelum makan somay tadi. Katanya kalau gak berdoa sebelum makan, makanannya dimakan jin, secara badannya Dea kuyus keying begichuw.

8_belanjaanCuaca semakin hangat dan Dea masih banyak kegiatan. Kegiatannya di hari Minggu padat sekali, salah satunya ketemuan dengan teman-teman De-Ha-nya untuk cerita-cerita dan cuci mata di mall. She’s so abg. I love her anyway, because she’s my sister. Saya sempet moto Dea di pameran rumput, dan Dea sempat memuji ikat pinggang yang baru saya beli. Sepanjang jalan kami bertemu dengan orang-orang yang kenal kami. How did we know? Coz they called our names! Hai Eka! Hai Dea! Begitulah mereka menyapa kami yang semakin siang semakin merasa terkenal. Kami insisted masuk ke wahana kompret, komik jepret yang sepertinya menarik. Namyun, manyun. Antriannya panjang, dea bisa telat bersosialisasi dengan teman-temannya. Feeling guilty, Dea mengajak saya ke wahana atm yang ternyata antriannya amat sangat panjang sekali. Ya iyya lahh antriannya panjang banged, di dalem atm kan adem lagi pula keluar dari atm situ kan dapet duit getoloh, secara deh. Kita ga ikut ngantri, hanya duduk selonjoran di bangku dekat tempat sampah, Dea sempat mengusap perut saya yang lutulutulutu, dan menghabiskan Vitazone masing-masing lima teguk, shoot botol bekasnya ke tempat sampah, membersihkan muka pake tissue dan oil blotter, bedakan, lip balm-an, merasa lebih baik, dan siap untuk pulang.

It’s not about the pasarseni thing. It’s about what we choose. And we choose to love diz day. Saya mencintai Dea-ku yang matre dan lucu ini, dan saya bersyukur Allah S.W.T. mengaruniai saya betis yang kokoh dan anti gempor.