Un endroit pour apprécier le monde

Archive for July, 2007


Ngangkot

* Waktu kuliah di Jatingangor beberapa tahun yang lalu, saya sering naik angkot. Angkot Gede Bage - Sayang - Majalaya berwarna hijau. Perjalanan dari Gede Bage ke Jatinangor memakan waktu sekitar satu jam (include macet and ngetem2).

* Sebenernya naik bus damri juga bisa. Route nya sama, dari Gede Bage sampe Jatinangor, tepatnya sampe pangdam (pangkalan damri) UnWim. Begitu turun dari Bus atau Angkot GB, para penumpang yang ampir semua mahasiswa itu disambut gembira oleh para supir angkot dan kondektur angkot coklat jurusan Cileunyi - Tanjungsari - Sumedang. Para mahasiswa pun menyambut supir dan kondektur angkot coklat itu dengan antusias. Supir, kondektur dan mahasiswa saling menyambut. What a scene…

* Belakangan, angkot coklat semakin digemari karena kecepatan dan ketepatannya. Seiring itu pula, peristiwa sambut menyambut antara mahasiswa dan crew angkot mulai hilang. Kesempatan ini diambil oleh tukang ojek yang menampilkan strategi marketing dan service jasa yg beragam.

* In short, untuk efisiensi waktu dan uang, pilihan terbaik adalah naik bus damri, jalan kaki dan naik omprengan sampe fakultas masing2. hal ini bisa dilakukan oleh mereka yang tidak terlalu terburu2. kalo agak buru2, naik ojek langsung ke fakultas masing2 sangat oke. Normalnya, setelah naik bus damri, naik angkot coklat lalu sambung dengan naik omprengan yang waktu itu tarifnya 150 IDR / Round Trip.

* Pilihan saya tetap angkot hijau - angkot coklat - omprengan untuk kuliah siang; angkot hijau - ojek (berhenti di tanjakan cinta belakang kansas) untuk kuliah pagi. Yang agak ribed kuliah pagi. Kompetitor untuk naik bus damri, angkot hijau, angkot coklat, omprengan dan bus kampus (si yellow) banyak sekali. Jadi, sekali lagi, saya tetap setia pada si angkot hijau.

* Di dalam angkot hijau saya biasa duduk paling pojok, kadang di belakang supir, kadang di deket kaca belakang. Posisi itu pw banget. Bisa baca novel, juga bisa tidur. Di dalam angkot hijau itu saya bisa ktemu dengan temen2 dari berbagai macam fakultas, sering juga ktemu sama pacarnya mantan. Kalo dia senyum, saya pura2 baca novel. Biar dia gondok maksutnya, padahal sih saya yang gondok. Pacarnya mantan saya itu cuantiiiikkk banged… Hehehe (dengki)

* Mungkin karena kedengkian itu, pernah suatu ketika saya ditempatkan bersama seorang pemuda berjenggot dikit dalam satu angkot. Pemuda berjenggot dikit itu (jenggotnya berjumlah sekitar 7 helai dengan kepanjangan yg tak menentu) duduk di kursi maksa. Kursi maksa adalah kursi untuk kondektur yang terbuat dari bahan kayu yg ditempelkan nyengcle menghalangi pintu masuk angkot. Jadi kalo normalnya sebuah angkot menampung 7-5 nah angkot itu bisa menampung 7-6.

* Pemuda 7 jenggot itu duduk santai di kursi maksa. Jenggotnya tertiup angin Cileunyi yang menghangatkan. Dia menggenggam uang koin untuk ongkos. Seperti biasa, Cileunyi-Jatinagor macet. Dia tidak membawa novel seperti saya, jadi dia mulai memainkan koinnya.

* Ctak! Ctok! Ctak! Ctok! Permainan koinnya mulai mengganggu konsentrasi. Saya sengaja ngeliatin dia, which is mean: ‘Diem dong, saya kan lagi konsen baca novel’. Dia kayaknya mulai ngerasa diliatin, sepertinya dia berasa ganteng. Dia pun meneruskan aksi main koinnya itu, sekarang koinnya diletakkan di jenggotnya dwong! Plissss!

* Dia mulai mencabuti jenggotnya yang cuma 7 helai dengan koin karatannya itu. Gosh! Plisss… saya gak kuat melihat kejadian ini. Saya membetulkan letak kacamata. Sudahlah, saya pikir, gak usah ngeliatin dia. Saya pun melanjutkan membaca novel.

* Sehelai jenggotnya terbawa angin, nempel dengan pede di kaca mata saya.

*

Rizki’s Daddy

Image497Dia ga pernah mau dandan. Dia gak mau disuruh pake lip balm. Katanya, ‘Masak ganteng2 gini bibirnya glossy’. Setelah dijelaskan bahwa lip balm berbeda dengan lip gloss, dan lip balm tidak menimbulkan efek kilap seperti lip gloss, dia akhirnya mau pake lip ice, dengan warna sedikit pinky, biar pas difoto nikahan jadinya gak pucat. Tapi, dia masih punya pembelaan, dia bilang kan fotonya bisa diedit… tapi dari pada dipaksa2 oleh perias pengantin untuk memakai lipstick warna nude velvet nomor 125, dia pun rela memakai lip balm pinky itu. Dia gak rela komedo2 tercintanya dipencet2 orang lain. Untuk istrinya, dia rela di facial. Ternyata, setelah di facial, dia merasa enakan, wajah bersih dan berasa tambah ganteng katanya. Sekarang, dia suka pake pore pack, dia suka melihat2 komedonya yang malu2 nempel di pore packnya itu. ‘Biar gantengnya total’, katanya.

Image520 Dia seneng ngelonin istrinya. Setelah berdoa bersama, dia nyayiin lagu macem2 sampe istrinya tertidur. Kalo tidur dia ngorok, ‘ krook… krook… krook… fiyuuuwh… krook… krook… krook… fiyuuuwhhh!’. Intonasi ngoroknya kadang keras kadang pelan. Dia sering kaget dan kebangun ngedenger suara ngoroknya sendiri seraya bertanya panik, ‘Ada apa tuh???’. Dia sewot kalo istrinya bilang kalo dia kaget karena suara ngoroknya sendiri. Sampe suatu ketika istrinya merekam suara ngoroknya, baru dia percaya (itupun gak langsung percaya). Dia pernah mimpi ditinggalin istrinya, trus dia manggil2 istrinya ‘Wawawawe… brubrurbrur… phphbbpb… wurwowowo…’. Sebelum istrinya membangunkannya, istrinya ketawa2 dulu. Setelah itu, dia istighfar, trus tidur lagi :)

Image521
He loves children, even the naughty one. Pernah seharian dia bermain dengan keponakan istrinya yang hyperaktif dan centil audubilah. Dia nemenin si anak centil itu maen tembak2an dengan dia sebagai korbannya. Dia mati dan hidup berkali-kali sampe si anak centil itu keringetan tangannya sehingga agak sulit buat si anak centil untuk memegang pistol2an. Setelah mengelap telapak tangan si anak centil dengan tissue basah favorit si anak centil, mereka berdua mengelap dvd bajakan rusak dengan tissue basah bekas itu. Selama si anak centil sibuk dengan tissue basahnya, dia menyisir rambut kribo si anak centil dengan sisir kayu ramah lingkungan bergigi jarang.

(Kangen mode: On)