Un endroit pour apprécier le monde

Archive for July, 2006


Photo from Inda

Inda Today I received an email from Inda, my lovely friend who stays in Melbourne. This is a photo taken when she and her family took a winter vacation on Mountain Baw Baw. It’s ideal for kids, straight forward walk up during summer, and snow cover during winter. It’s so close (how close, Nda?) to Melbourne and -she said- perfect for the winter holiday. The warm inviting environment of Mt Baw Baw helps us unwind and discard the stresses of city life. Udah kayak tour guide aja nih gayanya si eka. Pokoknya, Mt Baw Baw is a place for perfecting (halah, perfecting…) the ski technique or just for having fun with the family. Kira2 begitulah cerita dari photo ini. Demikian sekilas info.

Ve’s Photo

Ve Vera teman saya yang narsis dan mengharukan hari ini kirim photo. Ksian dia lagi jalan2 sendirian trus diphoto pake tripod. Ga punya temen kali ya? Ato emang temen2nya pada ga mau nemenin karena sepanjang jalan ve minta diphoto mulu?
Ya sudalah ve, daripada disangka terlibat narkoba sama ibune karo bapa’e ya mendingan photo2 sendiri saja.. lagian kuliah juga belum mulai kan say? ya mudah2an ve betah ya sekolah di negeri orang yang pada ga bisa bahasa Jawa. Btw, she has a long black straight hair, it’s so silky and smooth. Pleh, kayak iklan shampoo aja ve… and.. bener kan beauty salon di Indonesia tuh murah meriah gak kayak di Ozy sana, potong rambut aja 450rebu. Kalo di sini 450rb bisa semuanya tuh, keramas, potong rambut, creambath/hairspa, toning/laminating, keramas lagi, blow, catok, tonic dan wax… oh ya, mani-pedi juga bisa lah.. Ve, ksian banget si kamu di sana salonnya mahal banget…

A Poem from TH

MANUSIAKU


Aku mengenalmu

Dari balik dinding maya

“Siapa kamu?”, kalimat pertamaku

Jawab yang seharusnya tidak perlu diungkap

Jawab yang akan datang bersama sang kala

Tapi kau menjawabnya

“Aku manusia. Tidak kurang, tidak lebih.”

Jawaban itu tak pernah salah

Sampai kini

Aku mengenalmu

Kau sangat manusia

Kau buat aku menjadi manusia

Rapuh, gelisah, hancur, binasa

Degup itu datang

Lebih dari cinta kurasa

Lebih dalam dari pertautan seorang ibu dan anaknya

Tak bisa kutolak dan tak mau kutolak

Indah, bagai udara di taman surgawi

Di gurun terpanas

Di laut terbuas

Kau beri aku nafas

Kau beri aku saraf

Manusiaku,

Kurasa, cinta sang dewa pun tak sebanding untukmu


TH. (Citeureup, 6 Juli 2006)


The Lagoz

Lagoz_entry
Pulang kantor Sabtu kemaren, I went to the Lagoz, a homy gym and coffee shop located on MTC Soekarno-Hatta. Lagoz diambil dari kata Lagos, kota terbesar milik Inggris di Nigeria dan merupakan ibukota  Nigeria hingga tahun 1991. Pada abad pertengahan kota ini merupakan pasar budak yang penting , dan merupakan ujung jalur kereta api yang menghubungkan kota ini dengan daerah pedalaman.  Setahu saya Lagos adalah kota pengekspor minyak kelapa sawit dan kacang tanah, tapi mungkin juga pengekspor kopi dengan sumber daya manusia yang kekar dengan perut yang six packs, makanya Lagos dijadikan nama Gym dan Coffee Shop, hehehe.. analisanya ‘asal’ banget yah…

Treadmill
Instrukturnya ramah dan lumayan hensem kata Ratih sih… ah mudah2an si instruktur ga baca blog ini deh, tar dia ke-GR-an. As beginners, we walked on the treadmill first, lalu maen sepeda statis, stepping, dan dilanjutkan dengan latihan2 lain yang diperuntukkan untuk beginners. Saya dan Ratih ‘niat’ banget mo excercise, ga peduli Bu Ike dan Bu Irma ga jadi ikutan latihan. Ibu-ibu itu baju dan sepatu olah raganya ketinggalan, jadi rencana mereka untuk latihan canceled sampai Sabtu depan. Bu Irma ikutan ke The Lagoz, tapi ga ikutan latihan, dia cuma mondar-mandir ga jelas ngetawain saya dan Ratih yang seems so excited. Pada akhirnya, dia melihat sesuatu yang menarik dari jendela gym yang terletak di second floor itu: a beauty salon. Dengan senyum bahagia Bu Irma pamit untuk creambath dan pijat refleksi sambil menunggu kami di salon itu.

Lagoz_loby
Kami berdua melanjutkan latihan dengan si instruktur ramah itu. Lima belas menit di alat ini, lalu lima belas menit di alat yang lain. Menyenangkan, tapi buat yang ga pernah latihan kayak kami ini sih rasanya seperti penganiayaan secara halus. Ratih mulai feel like home dan dengan pedenya dia berkata akan kembali lagi ke tempat ini Minggu pagi. Dalam hati saya hanya mengakui kalau niatnya Ratih emang huebad buanged, karena detik2 latihan itu sepertinya berjalan sangat lambat dan badan rasanya mulai cenut-cenut. Instruktur hensem itu menyarankan agar kami mengajak teman untuk latihan, karena dengan adanya teman2 maka latihan akan terasa menyenangkan. Katanya we have to make it fun and make target to get a great bodyshape selain rajin latihan dan menjaga pola makan.

Rth_n_b_ik
Pagi ini Ratih menelepon saya untuk menanyakan kabar. Kami pun akhirnya saling bercerita bahwa malam Minggu ga bisa tidur dan Minggu pagi ga bisa bangun. Sumpah pegelnya bukan main, dan masih terasa sampai pagi ini. Tapi pegel-pegel ini ga menyebabkan kami hilang niatan untuk do excercise lagi Sabtu nanti. Kami berdua telah menggalang persatuan dan kesatuan dengan tertariknya Bu Ike, Bu Irma dan Bu Iim untuk ikutan latihan. Untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan singset memang perlu pengorbanan tanpa perlu merasa berkorban.