Retail Therapy
Senangnya liburan kemaren. Rasanya
kurang deh.. pengennya sih liburan lagi.. hehehe..who doesn’t? Jumat siang
jadinya jalan2 ke BSM, (ga jadi ke dufan dan ga jadi ke ciwalk), nyatronin
outlet2 yg masang papan diskon.
Target pertama adalah Body Shop yang lagi anniversary. Ruameee..buanged.. ga
biasanya. All items discount up to 70 %. What a beautiful day. Moonflower,
Oceanus dan Vit.E Eye Cream jadi target saya hari itu. Target ke-2 adalah
Revlon Nude Velvet 125 dan Big Brush Mascara yang memang sedang saya butuhkan.Target
ke-3 adalah Pumps Yongki Komaladi yang memang lagi discount juga, memakai high
heel ke BSM memang engga banget. Rencananya kalo sempet saya mu ganti high heel
saya dengan pumps itu, untuk menjaga kenyamanan berbelanja. Next step I went to
the 4th target, but in a same time I saw Desy Marketing side by side
hand in hand sama seorang lelaki, aiiih.. mesranyaaa…
”Des! Desy!”, saya memanggilnya
dengan controlled pitch, but she didn’t notice. Ah sudalah… lanjutkan
berbelanja saja. Tar Senin juga ketemu lagi di kantor.
Okay, then the story goes… target
ke-4 adalah Triumph, coz I am the BeeDees. The Counter Girl menawarkan untuk
fitting dulu sebelum membeli, but I’m totally sure about my size. Tampak ribet
musti ke Fitting Room dan beradegan buka2an segala, peristiwa hidden camera
yang marak terjadi di Fitting Room juga masih jadi topic terhangat in my mind. I choosed dat brand coz it’s just like a good friend for me. Hard to find, supporting and always close to the heart. There’s a saying dat rite bra, rite attitude. The rite bra can make all the difference. Oh if they only knew what was underneath. Geez, what am I talking about? Yeah, pokonya it’s about brassiere. Penteng ga seeee….
Before
I went to the 5th target, I saw someone familiar. Hmm.. itu siapa
ya? Tampak orang penting negeri ini, terbukti dengan banyaknya ajudan yang
berjalan bersamanya. Sering liat di TV deh. Gubernur, artis sinetron, atlet,
atau pelawak? Oh… ya…ya… itu Pak Agum Gumelar. Minta tandatangan ga ya? Ah
ga bawa buku.. pulpen apalagi.. foto bareng gitu? Celingak-celinguk.. tapi
orang2 koq lempeng2 aja ya.. Ih koq jadi norak.2 bergembira, bergembira semua.,
telah bebas negeri kita Indonesia merdeka…
Pikiran seperti itu gak boleh ada di saat-saat liburan langka seperti ini… Wasting
time.
The 5th target is a Marie
Claire Thong. My thong yg di kantor dah tipis, sering kepeleset kalo pake
sandal itu ke toilet. That thong is cute enough, simple and cheap. It’s only
Rp. 20.000. Okay, bought it. Then I get
in The Guardian. I bought macem2 kebutuhan for a month. Mulai dari sikat gigi,
sampe talcum powder buat kaki. Semua discount, the Sales Promotion Girl senang,
sayapun senang. Setelah membayar dengan menggunakan kartu debit BCA, ujung mata
ini melihat sesuatu yang cached my eyes over there. Yes, that’s a Strawberry
Shop. It’s not a shop sells fruit named strawberry, however, the shop sells ABG
stuff yang lutu-lutu dan eye catching dengan harga miring, semiring otak para
customernya yang sungguh tidak kreatif dan inovatif seperti saya. Saya membeli
rupa-rupa jepitan dan ikat rambut –tertarik karena bentuknya yang macem2 dan
lutunaaaa..- walaupun rambut gak panjang terurai seperti gadis Sunsilk, bole
dong.
“Kruk kruk kruk..”, eh suara apakah itu?
Ooh.. I guess it’s the sms from my cell phone, bergetar koq sampe ke ulu hati
gitu kerasanya. Eh… ga ada ding… itu mah
suara perut… Pantes… laper ya mbak? What about Pizza? No, it’s not fun to get
a pan pizza alone. It’s better to queue at the Bread Talk and bring it home, so
I can eat ‘em at the Taxi.
Gosh, I was so home sick! Pengen go home and the legs felt sick. Kaki pegel-pegel,
karena the pumps neither the thong ga jadi diganti. Sambil berjalan menuju ATM,
ada perasaan sedikit bangga menjadi wanita, begitu kuatnya, tanpa disadari, berjalan
dan naik turun tangga di supermall dengan berjinjit. Mungkin someday saya bisa
jadi pemain acrobat di sirkus keliling. Ojo lali sms aku yo rek! Tiba-tiba
teringat pesan dari salah seorang academia asal Surabaya. Kabarnya
academia itu jadian dengan academia cowok dari daerah yang sama.Penteng ga siy, out of topic deh.

In the taxi, tiba2 Dora Emon sms.wav berbunyi. I opened the message: “nomer
spatu kets 37?”. “Iya, hehehe”, I replied. "Kuning?", whuaa?? Koooneeeng???
Hmm…
long pause…
sbenernya sih… jangan
kuning…
Tak lama kemudian, P.Didi
bernyanyi:
Every step I take, Every move I
make, Every single day, Every time I pray I’ll be missing you
Thinking of the day when you went away, What a life to take, What
a bond to break, I’ll be missing you…
“Ya K?”
“37?”
“He eh”
“Biru aja kali ya?”
“Bole2”
“Guess or Esprit?”
“Dua-duanya juga boleeeeh…”
“Satu aja”
“Terserah Kk deh, yang sesuai sama
hati dan budget aja”
“Ya udah”
“Makasi ya”
“Yuuu…”
klik
Hmmm… senangnya ada seseorang yg kalo lagi jalan2 liat sumtin cute dan
teringat sama saya. Selain inget diapun berniat membelikan si cute itu untuk
saya. Oh, dats so sweet. Saya sendiri
sepanjang jalan2 tadi ga inget mu beliin apa buat dia… malah tekun ber-smart
shopping dengan memperhatikan papan2 discount yang begitu memotivasi diri.
In the taxi, tersenyum, minum mizone, makan coklat.. senyum lagi… indahnya
liburan…
Coba kalo liburan itu tiga hari sekali dan gajian seminggu sekali juga, koq kayak pegawai pabrik yah.
Indah sekali rasanya.
Anyhoooo… It was just a simple
thing happened in the 13th weeks of 2006, however, it’s a luxury
thing for me to have a day without seeing the company hiring me.

April 18th, 2006 at 10:58 pm
KEJAHATAN!