Un endroit pour apprécier le monde

Archive for April, 2006


Thought from The New Building

Image577
Hari ini adalah Sabtu pertama di gedung baru. Brrr.. dingiin.. AC nya masi baru, jadi anginnya masi semriwing… dan kalo udin gini lapernya jadi kerasa.
Tadi dah pesen nasi padang Riung Bandung ma mas OB. Tapi koq belom dateng juga ya? Btw, saya suka sekali makan nasi. Orang Indonesia sejati makan nasi.

Minggu lalu saya sibuk pindahan. Kantornya pindah ke gedung baru yang terletak di sebelah kiri gedung lama. Gedung baru ini adalah gedung megah di tengah sawah di pinggiran kota Bandung, di Gede Bage tepatnya. Perusahaan tempat saya bekerja memiliki tanah warisan seluas 9 hektar di Gede Bage ini, dan tanah seluas 2 hektar dijadikan kantor Sampoerna tempat saya bekerja sekarang ini. So, masih ada 7 hektar tanah yang masih bisa dipake untuk bertani. Ironic sich… tp gmana lagi, org Indonesia kayaknya uda ga doyan beras. Sukanya junkfood yang walaupun junk teuteup aja dimakan karena berasa keren makan makanannya orang bule.

Beras di Belanda murah ya katanya, tapi salon kecantikan mahal banget. Kalo harga beras di Belanda murah ya wajar sekali, toh beras bukan makanan pokok orang sana. Orang Belanda makanan pokoknya apa sih? Roti ya? Tapi kayaknya ga pernah kedengeran Belanda kelaparan kurang makan roti. Nah ini di Indonesia malah banyak orang menderita gizi buruk gara-gara harga makanan pokok yang ga kebeli. Padahal katanya Indonesia itu negara yang kaya raya sampe2 para penjajah dulu tergoda untuk memiliki Indonesia. Ih koq saya jadi patriotik begini sih.

Berbanding terbalik dengan salon kecantikan. Di Belanda orang jarang pergi ke salon, soalnya mahal banget biayanya. Makanya bisnis salon di Belanda sepi dan kurang laris. Beda sama Bandung, salon bertebaran, penuh terus, ada sistem paket hemat juga. Orang2 musti antri buat sekedar dicream bath atopun potong poni, bahkan (cieee.. bahkan) ada juga yang harus bikin appointment kalo pengen ditangani serius. Bukan begitu Vi? Serasa ngobrol ma Avi yang lagi study di Delft.

O iya, kemarin Kk ulang taun dan kebetulan saya baru gajian. Senangnyaaa… Rencananya setelah selesai menyantap nasi Padang pesenan saya itu,  saya mu jalan-jalan ke BSM buat looking for the kadeau. Tapi sebelum itu ke salon dulu atuh, dah lama ga hair spa… kan enak pegel2 gini dipijitin ma Tika L-20.

Indahnya hidup di Bandung, ditemani nasi Padang yang enak banget itu dan L-20 yang menyenangkan itu.

aLL ouT

all out! ini minggu terakhir saya menempati kubikel tercinta ini.. padahal baru 9 weeks saya menempati kubikel ini. kelas bisnis, dekat jendela. bisa liat2 pegawai alfa yang lalu lalang dari jendela ini.. minggu depan kantor tempat saya bekerja ini bakalan pindah ke sebelah.. ke gedung baru, dengan konsep baku yg sudah diatur oleh kantor pusat. kayaknya neh, posisi duduk bakalan di tempatkan adep2an sama juragan.. gawat ni, ga boleh telat dong kalo gitu.
sepertinya saya harus meninggalkan ritual saya di kantor baru nanti. ga bisa internetan… (banyak mata2 bo’), ga bisa ngemil milo bubuk siang2 gini, ga bisa onlen2, wah pokonya di kantor baru smuanya aman dan terkendali..
makanya, minggu terakhir ini semua bertindak all out..  komunitas esia yg suka onlen berjam2 juga kayanya di kantor baru ga bisa all time talking… ksian deh…

Fear Factor

Fear_factor1_2
Hari Minggu yang cerah, stay at home karena ga punya duit. Ksian banget dweh… Sore harinya saya benar-benar tersadarkan bahwa uang di dompet tinggal 10 ribu rupiah saja. Mau gak mau harus ke atm, karena gak mungkin bayar ojek gesek credit card, bisa-bisa ditampol tukang ojek. Sore itu saya ditemani Yuli, sepupu saya dari pihak Bapak went to the atm at Metro. Thank God antrian gak terlalu panjang, dan akhirnya keluarlah beberapa lembar lima puluh ribuan untuk bekal satu minggu. Then kita ke kedai bakso near there, untuk makan bakso tentu saja. Mungkin karena pengaruh cuaca dan bawaan perut yang tak kunjung kenyang, kami pun memesan pisang keju yang uenak buanged dimakan hangad-hangad… (huuw.. jadi maluuww…).

Fearfactor2_1
It’s getting late, and we should go home. Saat itu saya memang ga bawa kendaraan jadi kita harus pulang naik angkot. Ada dua options untuk menyeberang jalan, yang pertama menyeberang dengan menggunakan jasa zebra cross, yang kedua menggunakan jasa jembatan penyeberangan. Meskipun sudah ada tulisan "menyeberang di sini anda aman" keukeuh saya ga mau pake zebra cross. Jalan Soekarno-Hatta selalu padat dengan kendaraan yang lalu lalang dengan kecepatan 60-80km/hour, apalagi malam-malam begini hiii… ngeri aja kesamber truk di depan Metro situ. Amit2 jabang baby deh.. (sambil ketuk2 meja).

Jembatan_1
Akhirnya saya memutuskan untuk menyeberang menggunakan jembatan penyeberangan. Gosh, cuapek buanged gila! Ada 30 anak tangga untuk naik, dan 30 anak tangga lagi untuk turun. Lumayan membakar kalori kami yang baru makan bakso dan pisang keju. Kalori yang terbakar mungkin cuma 5-7kal, tapi memacu adrenalin sampe ubun-ubun, yuli aja hampir kena stroke di anak tangga ke-17. Kaki gemeteran walaupun kita ga phobia ketinggian. Tapi walopun gitu kita sempet photo-photo lohhh… walaupun dengan wajah yang mengenaskan. Ketika sampai di seberang, tak lupa kita ucapkan syukur kepada Allah S.W.T. karena hanya dengan kehendak-Nyalah kita selamat sampai ke seberang dan berhasil naik angkot dan pulang ke rumah dengan selamat. Meskipun masih dengan kaki gemetar dan jantung dag dig dug berdugem.

El-Twenty

Salon
El-Twenty
is a beauty salon located on Metro Soekarno-Hatta. It’s my favorite place to
get relax. The beauticians are all 18-20 years old female with varied hairstyle
and color. My favorite beautician is Tika, a skinny girl with a short blacked
haircut. Almost
on every Saturday I go there. Get a bottle of mineral water, a plate of rujak
and ready to get relax, get cream bathed, massaged, pedicure, manicure, or lulyurrr…

First
of all, Tika washes my hair. She gives it strawberry shampoo and conditioner.
She’s got a really relaxing massaging way to my head. For almost 2 hours
she treats me very well. And sometimes we’ve got a nice talking or I’ve got a
nice siesta with a sweet dream. That’s why Tika always get cling cling tips
from her clients. She has the magic fingers.

Lots
of beauty salon offers their save package, but L-20 is my choice. Choosing a
beauty salon is just like choosing a boyfriend. Tika is just one of my favorite
beauticians in the salon. I choose the salon because it is saving for money,
near from home, and it has someone like Tika who has  the magic fingers to relax
my head, body and mind – and I love to go there.

Ah,
Eka suka hiperbola dehhh… Salon doank getoloh… Any hoooo.. it’s not  "plus2 salon loooh.." , ini salon  khusus cewek, tapi cowok juga boleh  ikutan daripada bete  nunggu pacar atau istrinya  krembat.  Salon ini termasuk ke dalam kategori salon  hemat dan sehat.  Cobain deeeee…

 

Retail Therapy

Senangnya liburan kemaren. Rasanya
kurang deh.. pengennya sih liburan lagi.. hehehe..who doesn’t? Jumat siang
jadinya jalan2 ke BSM, (ga jadi ke dufan dan ga jadi ke ciwalk), nyatronin
outlet2 yg masang papan diskon.



Shopping

Target pertama adalah Body Shop yang lagi anniversary. Ruameee..buanged.. ga
biasanya. All items discount up to 70 %. What a beautiful day. Moonflower,
Oceanus dan Vit.E Eye Cream jadi target saya hari itu. Target ke-2 adalah
Revlon Nude Velvet 125 dan Big Brush Mascara yang memang sedang saya butuhkan.Target
ke-3 adalah Pumps Yongki Komaladi yang memang lagi discount juga, memakai high
heel ke BSM memang engga banget. Rencananya kalo sempet saya mu ganti high heel
saya dengan pumps itu, untuk menjaga kenyamanan berbelanja. Next step I went to
the 4th target, but in a same time I saw Desy Marketing side by side
hand in hand sama seorang lelaki, aiiih.. mesranyaaa…

”Des! Desy!”, saya memanggilnya
dengan controlled pitch, but she didn’t notice. Ah sudalah… lanjutkan
berbelanja saja. Tar Senin juga ketemu lagi di kantor.

Okay, then the story goes… target
ke-4 adalah Triumph, coz I am the BeeDees. The Counter Girl menawarkan untuk
fitting dulu sebelum membeli, but I’m totally sure about my size. Tampak ribet
musti ke Fitting Room dan beradegan buka2an segala, peristiwa hidden camera
yang marak terjadi di Fitting Room juga masih jadi topic terhangat in my mind. I choosed dat brand coz it’s just like a good friend for me. Hard to find, supporting and always close to the heart. There’s a saying dat rite bra, rite attitude. The rite bra can make all the difference. Oh if they only knew what was underneath. Geez, what am I talking about? Yeah, pokonya it’s about brassiere. Penteng ga seeee….

Before
I went to the 5th target, I saw someone familiar. Hmm.. itu siapa
ya? Tampak orang penting negeri ini, terbukti dengan banyaknya ajudan yang
berjalan bersamanya. Sering liat di TV deh. Gubernur, artis sinetron, atlet,
atau pelawak? Oh… ya…ya… itu Pak Agum Gumelar. Minta tandatangan ga ya? Ah
ga bawa buku.. pulpen apalagi.. foto bareng gitu? Celingak-celinguk.. tapi
orang2 koq lempeng2 aja ya.. Ih koq jadi norak.2 bergembira, bergembira semua.,
telah bebas negeri kita Indonesia
merdeka…
Pikiran seperti itu gak boleh ada di saat-saat liburan langka seperti ini… Wasting
time.

The 5th target is a Marie
Claire Thong. My thong yg di kantor dah tipis, sering kepeleset kalo pake
sandal itu ke toilet. That thong is cute enough, simple and cheap. It’s only
Rp. 20.000. Okay, bought it.  Then I get
in The Guardian. I bought macem2 kebutuhan for a month. Mulai dari sikat gigi,
sampe talcum powder buat kaki. Semua discount, the Sales Promotion Girl senang,
sayapun senang. Setelah membayar dengan menggunakan kartu debit BCA, ujung mata
ini melihat sesuatu yang cached my eyes over there. Yes, that’s a Strawberry
Shop. It’s not a shop sells fruit named strawberry, however, the shop sells ABG
stuff yang lutu-lutu dan eye catching dengan harga miring, semiring otak para
customernya yang sungguh tidak kreatif dan inovatif seperti saya. Saya membeli
rupa-rupa jepitan dan ikat rambut –tertarik karena bentuknya yang macem2 dan
lutunaaaa..- walaupun rambut gak panjang terurai seperti gadis Sunsilk, bole
dong.

“Kruk kruk kruk..”, eh suara apakah  itu?
Ooh.. I guess it’s the sms from my cell phone, bergetar koq sampe ke ulu hati
gitu kerasanya. Eh… ga ada ding… itu  mah
suara perut… Pantes… laper ya mbak? What about Pizza? No, it’s not fun to get
a pan pizza alone. It’s better to queue at the Bread Talk and bring it home, so
I can eat  ‘em at the Taxi.

Gosh, I was so home sick! Pengen go home and the legs felt sick. Kaki pegel-pegel,
karena the pumps neither the thong ga jadi diganti. Sambil berjalan menuju ATM,
ada perasaan sedikit bangga menjadi wanita, begitu kuatnya, tanpa disadari, berjalan
dan naik turun tangga di supermall dengan berjinjit. Mungkin someday saya bisa
jadi pemain acrobat di sirkus keliling. Ojo lali sms aku yo rek! Tiba-tiba
teringat pesan dari salah seorang academia asal Surabaya
. Kabarnya
academia itu jadian dengan academia cowok dari daerah yang sama.Penteng ga siy, out of topic deh.

Retail_therapy
In the taxi, tiba2 Dora Emon sms.wav berbunyi. I opened the message: “nomer
spatu kets 37?”. “Iya, hehehe”, I replied. "Kuning?", whuaa?? Koooneeeng???
Hmm…
long pause…
sbenernya sih… jangan
kuning…

Tak lama kemudian, P.Didi
bernyanyi:

Every step I take, Every move I
make, Every single day, Every time I pray I’ll be missing you
Thinking of the day when you went away, What a life to take, What
a bond to break, I’ll be missing you…

“Ya K?”
“37?”
“He eh”
“Biru aja kali ya?”
“Bole2”
“Guess or Esprit?”
“Dua-duanya juga boleeeeh…”
“Satu aja”
“Terserah Kk deh, yang sesuai sama
hati dan budget aja”
“Ya udah”
“Makasi ya”
“Yuuu…”


klik

Hmmm… senangnya ada seseorang yg kalo lagi jalan2 liat sumtin cute dan
teringat sama saya. Selain inget diapun berniat membelikan si cute itu untuk
saya. Oh, dats so sweet.  Saya sendiri
sepanjang jalan2 tadi ga inget mu beliin apa buat dia… malah tekun ber-smart
shopping dengan memperhatikan papan2 discount yang begitu memotivasi diri.

In the taxi, tersenyum, minum mizone, makan coklat.. senyum lagi… indahnya
liburan…
Coba kalo liburan itu tiga hari sekali dan gajian seminggu sekali juga, koq kayak pegawai pabrik yah.
Indah sekali rasanya.
Anyhoooo… It was just a simple
thing happened in the 13th weeks of 2006, however, it’s a luxury
thing for me to have a day without seeing the company hiring me.